Header Ads

Tahun 2019 sebanyak 170 Pendamping PKH Dikirim ke Jawa Barat

Sebanyak 170 Pendamping Sosial PKH Kabupaten Lampung Timur akan menjalani Pendidikan dan Pelatihan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) atau Family Development Session (FDS) Tahun 2019 di Balai Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Lembang, Bandung Barat Provinsi Jawa Barat.

Diklat tersebut merupakan upaya untuk memberikan pengetahuan sekaligus melatih para Pendamping Sosial PKH dalam melakukan pembinaan dan perubahan pola fikir kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH . P2K2 adalah proses belajar secara terstruktur untuk memperkuat terjadi perubahan perilaku pada KPM PKH. Secara umum P2K2 bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman mengenai pentingnnya pendidikan, kesehatan dan pengelolaan keuangan bagi keluarga.



Kegiatan P2K2 sudah terbukti mampu secara cepat merubah mindset (pola fikir) KPM PKH dalam hal Keuangan, Pendidikan, dan kesehatan sehingga kegiatan ini efektif dalam hal mendorong KPM PKH cepat naik kelas (sejahtera).

Diklat P2K2 gelombang pertama dimulai tanggal 13 Februari 2019 dan kemungkinan gelombang terakhir berada di Desember 2019. Gelombang pertama ini diikuti beberapa Kabupaten di Sumatera dan Jawa, termasuk Kabupaten Lampung Timur. Pada gelombang pertama ini Lampung Timur mendapatkan kesempatan untuk mengirimkan 8 Pendamping Sosial PKH yang, sesuai dengan surat panggilan Diklat.

Sementara itu Koordinator PKH Kabupaten Lampung Timur 1 Asep Hermawan, S.Kom menyampaikan bahwa Diklat ini sangat kami butuhkan, walaupun tahun 2019 ini hanya 170 Pendamping Sosial PKH yang diberikan kesempatan untuk mengikuti Diklat P2K2,  karena kuota Balai yang sudah penuh. Namun harapan saya tahun 2020 semua SDM PKH Kabupaten Lampung Timur sudah Diklat P2K2. Agar target kita untuk menggraduasi penerima manfaat PKH cepat tercapai.

Asep menambahkan bahwa tahun 2019 ini Kabupaten Lampung Timur menargetkan 24 penerima manfaat PKH yang akan di Graduasi Sejahtera Mandiri (dikeluarkan dari kepesertaan PKH karena sejahtera), hal ini selaras dengan Kementerian Sosial yang menargetkan 800.000 KPM PKH tergraduasi sejahtera mandiri.


2 komentar: