Lounching E-PKH Oleh Bupati Lampung Timur
Sukadana, Lampung Timur, Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di wilayah Kabupaten Lampung Timur mulai memakai aplikasi E-PKH.
Sosialisasi tanda penerapan E-PKH di wilayah Lampung Timur dilaksanakan diKota Metro, Provinsi Lampung, Selasa (2/4) dihadiri Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim, Kadis Sosial Lampung Timur M Yunus, Wakil Ketua I DPRD Lampung Timur Ela Siti Nuryamah, dan ratusan pendamping PKH.
"Pastikan semua hak-haknya bisa terpenuhi dan berkenaan dengan fasilitas-fasilitas atau hak-haknya sebagai penerima manfaat PKH semuanya lancar dengan E-PKH ini," pinta Chusnuniakepada pendamping PKHyang hadir.
Koordinator PKH Kabupaten Lampung Timur, Asep menjelaskan, E-PKH adalah sistem aplikasi yang digunakan oleh PKH secara nasional untuk pengolahan data Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH, seperti Pemutakhiran data, verifikasi komitmen dan sebagainya.
Dengan aplikasi E-PKH ini akan mempermudah dan mempercepat pendamping dalam melakukan pemutakhiran data KPM PKH, karena langsung bisa di update oleh pendamping, jadi tidak seperti dulu yang harus melakukan pelaporan kepada PPKH Kabupaten dengan form Pemutakhiran, diperiksa kelengkapan nya baru bisa dilakukan perubahan data. Perubahan data itupun dilakukan oleh APD (Administrator Pangkalan Data) bukan seperti sekarang yang langsung bisa dilakukan oleh pendamping dimana pun berada." katanya.
Asep menyebutkan, tambahan informasi untuk peserta PKH di Lampung Timur sesuai dengan hasil final closing tahap 2 tahun 2019 sebanyak 72.190 KPM, dan di tahun 2018 sesuai hasil final closing tahap 4 tahun 2018 ada sebanyak72.938 KPM.
Besaran bantuan yang diterima peserta per tahun, komponen kesehatan, kriteria ibu hamil dan menyusui, balita sebesar Rp2.400.000.
Komponen pendidikan, kriteria anak SD/MI/sederajat Rp900.000, anak SMP sederajat Rp1500.000, SMA sederajat Rp2.000.000.
Komponen lanjut usia Rp2.400.000, disabilitas berat Rp2.400.000 dan masing-masing keluarga penerima manfaat akan mendapat bantuan tambahan tetap Rp550.000 per tahun.
Program PKH dari Kementerian Sosial RI itu, kata Asep telah membantu keluarga miskin penerima program dalam memenuhi kebutuhan dasar hidupnya dan mengantarkan menuju kehidupan yang lebih sejahtera.
Disebutkan tahun 2019 per April sudah ada sebanyak 18 peserta yang mengundurkan diri dari ke persertaan atau graduasi mandiri dengan alasan telah sejahtera, jumlah ini diperkirakan akan terus bertambah. Jumlah ini cukup baik karena ada kenaikan dibandingkan di tahun 2018, untuk tahun 2018 saja, KPM yang tergraduasi mandiri sebanyak delapan peserta.
Selain itu beberapa inovasi dibidang pendidikan yaitu Gerakan Ayo Kuliah, untuk per April 2019 ini banyak anak peserta PKH mampu mengakses pendidikan di perguruan tinggi. kata Asep lagi.







Post a Comment