Header Ads

Dari PKH Menuju Puncak Kemandirian

Kisah Inspiratif Ibu Hernawati KPM PKH Desa Tanjung Aji Kecamatan Melinting Kab. Lampung Timur.

Siti Sopiah anak KPM Ibu Hernawati

Tahun 2014 menjadi awal perjalanan penting bagi Ibu Hernawati. Pada tahun itulah beliau resmi terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH). Kehidupan saat itu penuh tantangan, namun beliau tak pernah menganggap PKH sekadar bantuan melainkan peluang untuk memperbaiki kehidupan keluarga.
Menjadi Ketua Kelompok : Amanah yang Dijaga dengan Baik
Seiring berjalannya waktu, semangat dan kedisiplinan Ibu Hernawati dalam mengikuti setiap kegiatan PKH menarik perhatian pendamping. Beliau dikenal aktif, tekun, dan selalu berusaha mempertahankan kewajiban sebagai KPM PKH.
Akhirnya, beliau dipercaya menjadi ketua kelompok PKH PKH. Peran itu tidak mudah, beliau harus menyampaikan setiap informasi dari pendamping kepada anggota, memastikan semua KPM menjalankan kewajiban seperti pendidikan untuk mereka yang memiliki anak usia sekolah, dan kesehatan untuk Bumil atau yang memiliki anak usia balita, serta menjadi penggerak dalam setiap kegiatan pertemuan kelompok P2K2 yang dilakukan oleh pendamping PKH. Namun dengan hati yang tulus, Ibu Hernawati menjalankan amanah itu. Ia mengetuk pintu rumah anggota yang jarang hadir, mengingatkan dengan ramah, dan menjadi penghibur bagi ibu-ibu yang sedang menghadapi kesulitan. Dalam kelompoknya, ia bukan hanya ketua, tetapi juga sebagai saudara.
Perjuangan Mengantarkan Anak Hingga Menjadi Sarjana
Perjuangan Ibu Hernawati tidak berhenti pada perannya di KPM PKH. Beliau terus berusaha memastikan anaknya Siti Sopiah, mendapatkan kesempatan pendidikan terbaik. Berkat disiplin Ibu Hernawati dalam memenuhi kewajiban sebagai KPM PKH, Siti Sopiah tumbuh sebagai anak yang berprestasi hingga akhirnya diterima kuliah di UIN Raden Intan Lampung, jurusan Bahasa Inggris.
Keberkahan itu tak berhenti di situ. Selama kuliah, Siti Sopiah mendapatkan Beasiswa, meringankan beban keluarga dan sekaligus menjadi bukti bahwa dukungan PKH, doa orang tua, dan kerja keras sang anak dapat menghasilkan buah manis.
Dengan kerja keras dan ketekunan, akhirnya pada 4 Desember 2025, Siti Sopiah diwisuda sebagai Sarjana Bahasa Inggris. Tangis haru Ibu Hernawati pecah, ini sebuah kebanggaan yang tidak dapat dibeli dengan apapun. Pendidikan anaknya adalah buah dari keberanian, kesabaran, dan konsistensi dalam menjalankan kewajiban sebagai KPM PKH.
Hari Ini, Babak Baru Dimulai
Bertepatan pada hari ini, Jumat, 12 Desember 2025, Ibu Hernawati mengambil keputusan besar. Dengan hati yang ikhlas dan penuh syukur, beliau menyatakan Graduasi Mandiri dari PKH.
Ia berkata, “Alhamdulillah, PKH sudah membawa kami hingga di titik ini. Sekarang saatnya saya memberi kesempatan kepada keluarga lain untuk merasakan manfaatnya.”
Keputusan itu bukan hanya bukti kemandirian, tetapi juga wujud rasa terima kasih dan keinginan untuk terus maju tanpa bergantung pada bantuan.

KPM Ibu Hernawati

Teladan Bagi Banyak Keluarga
Kisah Ibu Hernawati adalah bukti bahwa:
PKH bukan hanya bantuan, tetapi jembatan menuju perubahan, Peran aktif KPM PKH mampu mengubah masa depan keluarga, Pendidikan adalah kunci yang membuka pintu kesejahteraan,
dan kemandirian adalah puncak dari proses yang dijalani dengan hati yang tulus dan ikhlas.

Dari seorang ibu yang dulu menerima bantuan, kini menjadi ketua kelompok, mengantarkan anaknya menjadi sarjana, dan pada akhirnya graduasi mandiri perjalanan ini menjadi inspirasi bagi banyak keluarga lainnya, bahwa ketika ada kemauan, kerja keras, dan doa, maka perubahan itu pasti datang.

Terimakasi Ibu Hermawati, Semoga selalu dalam keberkahan, Rezeki yang melimpah dan selalu dalam kesehatan.

Tidak ada komentar