Merasa Sudah Mampu Ibu Sugiyati Mundur Dari PKH
Kabupaten Lampung Timur - Pemerintah melalui Kementerian Sosial terus
berupaya mengurangi angka kemiskinan melalui berbagai program unggulan.
Seperti bantuan sosial berupa Beras Sejahtera (Rastra), Program Keluarga Harapan (PKH), dan Bantuan Pemerintah Non Tunai (BPNT).
Upaya tersebut terus dilakukan Kementerian Sosial RI melalui berbagai program, salah satunya yang merupakan program unggulan dan prioritas nasional yaitu Program PKH. bahkan Tahun 2019 Kementerian Sosial RI targetkan sebanyak 7,93 % atau 793.000 KPM dari 10 juta KPM Keluarga Penerima
Manfaat peserta Program Keluarga Harapan tergraduasi
Graduasi mandiri yang dimaksud, artinya KPM PKH sudah bisa lepas dari program bansos yang selama ini diberikan pemerintah. Hal itu karena penerima manfaat dinilai telah mandiri secara ekonomi serta tidak lagi memenuhi syarat kondisional sebagai KPM PKH.
Graduasi mandiri yang dimaksud, artinya KPM PKH sudah bisa lepas dari program bansos yang selama ini diberikan pemerintah. Hal itu karena penerima manfaat dinilai telah mandiri secara ekonomi serta tidak lagi memenuhi syarat kondisional sebagai KPM PKH.
![]() |
| Ibu Sugiyati menandatangani surat pernyataan mengundurkan diri dari penerima Bansos PKH |
Ibu Sugiyati merupakan KPM PKH Tahun 2018 sekaligus ibu rumahtangga yang mempunyai 3 orang anak, yaitu balita, SD dan SMA. Suami Ibu sugiyati bernama Bapak Suwito yang bekerja sebagai pengantar barang ke Jakarta atau istilah ibu sugiyati tukang ngampas,dengan barang yang dibawa adalah udang dan ikan yang berasal dari tambak punya saudara dan kerabatnya yang ada di Kabupaten Tulang Bawang provinsi Lampung.
Suwito suami ibu sugiyati bekerja sebagai jasa pengantar barang ke jakarta sudah cukup lama, namun karena pernah mendapat musibah yaitu kendaraan yang biasa digunakan mengalami kecelakaan dan rusak parah akhirnya suwito berhenti dan itu berdampak kepada keluarga ibu sugiyati terpuruk secara ekonomi
Dari kejadian itu suwito memulai menabung dengan niat agar bisa membeli mobil kembali yang digunakan sebagai usahanya mengantar barang ke jakarta, berjalanya waktu kurang lebih satu tahun suwito mampu membeli mobil kembali walaupun secara kredit.
Setelah memiliki mobil yang digunakan untuk usaha, perekonomian ibu sugiyati perlahan membaik, sampai akhirnya pada bulan februari 2019 ibu sugiyati menyatakan mundur dari kepesertaan PKH.
Graduasi mandiri terjadi tidak lepas dari peran Pendamping Sosial PKH, seperti kisah ibu sugiyati di atas merupakan upaya Pendamping Sosial PKH Kecamatan Marga Tiga Desa Gedung Wani Ibu Khusnul Khotimah yang tidak henti-hentinya melakukan advokasi dan pendampingan kepada KPM PKH, memberi arahan untuk perubahan perilaku KPM PKH.
Ditempat yang lain Koordinator PKH Kabupaten Lampung Timur Asep Hermawan mengatakan bahwa tahun 2019 Kabupaten Lampung Timur menargetkan minimal satu kecamatan satu KPM PKH yang tergraduasi mandiri. target tersebut sebagai bentuk keseriusan PKH dalam mengentaskan kemiskinan.








Post a Comment