SDM PKH LamTim Bagian Dari Pencegahan Stunting
Sebanayak 63 Pendamping Sosial PKH dan Koordinator PKH Kabupaten Lampung Timur Mengikuti Diklat Pencegahan Stunting yang diselenggarakan Oleh Kemenerian Sosial RI melalui Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPKS) Regional II Bandung Jawa Barat.
Pelatihan tersebut dilaksanakan diseluruh Indonensia yang di bagi menjadi beberapa gelombang dan angkatan. Kabupaten Lampung Timur masuk dalam Gelombang III, IV dan V angkatan 21 sampai dengan angkatan 50 pelaksanaanya yaitu mulai dari tanggal 7 sampai dengan 24 juni 2021. adapaun metode diklat yang di gunakan adalah secara dalam jaringan (daring) sinkronus dan ansinkronus yaitu :
METODE PEMBELAJARAN
1. Mengingat tahun 2021 ini masih dalam masa pandemi Covid-19, maka metode pembelajaran Pelatihan Pencegahan dan Penanganan Stunting yang akan dilaksanakan adalah dengan model Daring Asinkronus dan Daring Sinkronus.
2. Daring Asinkronus adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh Peserta secara mandiri tanpa kehadiran Widyaiswara / Fasilitator dengan memanfaatkan teknologi informasi dan jaringan internet secara online.
3. Daring Sinkronus adalah proses pembelajaran yang dilaksanakan secara kelas virtual yang difasilitasi oleh Widyaiswara/Fasilitator dengan memanfaatkan teknologi informasi dan jaringan internet secara online.
4. Kelas Daring Sinkronus (Virtual) adalah ruang pembelajaran secara online berbasis website dengan cara mengelompokkan Peserta diklat dalam Angkatan oleh Admin dan secara bersama-sama melakukan pembelajaran dengan Widyaiswara/Fasilitator pada waktu bersamaan dan dapat berinteraksi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan jaringan internet secara online.
Tujuan dari diklat pencegahan stunting ini adalah untuk Penguatan upaya konvergensi melalui Strategi Nasional (Stranas) Percepatan Pencegahan Stunting sudah berjalan dengan baik melalui kordinasi di tingkat pusat hingga tingkat desa. Kementerian Sosial melalui para pendamping, penyuluh sosial dan pekerja sosial dari berbagai program bantuan sosial berperan strategis untuk berkontribusi dalam membantu perubahan perilaku keluarga sebagai upaya pencegahan dan penanganan stunting. Modul Pelatihan Pencegahan dan Penanganganan Stunting bagi SDM Kesos yang telah disusun ini akan menjadi kekuatan pengetahuan dan keterampilan bagi para SDM Kesos untuk bekerja bersama masyarakat membangun generasi bangsa Indonesia yang sehat, cerdas dan sejahtera.
![]() |
| modul pembelajaran diklat pencegahan dan penanganan stunting |
Koordinator PKH Kabupaten Lampung Timur 1 Asep Hermawan mengatakan bahwa diklat ini sangat penting bagi SDM PKH, karena SDM PKH memiliki objek sasaran Keluarga Penerima Manfaat PKH yang notabenenya adalah keluarga pra sejahtera, sehingga sangat berpotensi terjadinya stunting dalam keluarga Penerima Manfaat tersebut. Jadi dengan dibekali pengetahuan tentang pencegahan stunting diharapakan SDM PKH menjadi salah satu bagian penting dalam menekan angka stunting di indonesia. karena sangat pentingnya pelatihan ini kedepanya semoga segera semua SDM PKH bisa diberikan pelatihan secara menyeluruh.








Post a Comment